Dedicated to My Mom

Kalau aku mempunyai anak nanti,aku akan berusaha untuk menjadi ibu yang terbaik seperti Mamaku sekarang. Mama hanya seorang ibu rumah tangga biasa namun sangat sabar dalam mengurus anak-anaknya dan almarhum suaminya dulu. Mama terbiasa hidup mandiri sejak kecil jadi dia akan selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain dalam menyelesaikan urusannya. Mama tidak pernah mengeluh capek atau jenuh saat harus mengantar jemput adikku mulai dari berangkat sampai pulang les. Dulu sewaktu Papa masih hidup,Mama merawat Papaku dengan penuh perhatian dan kasih sayang,sampai ke obat yang harus diminum Papa setiap harinya hanya Mama yang hapal karena jumlahnya yang sangat banyak (sehari 5 buah obat).

Jujur saja,aku bukanlah anak yang memiliki keberanian untuk sekedar menunjukkan betapa sayangnya aku pada mereka berdua. Jadi,disaat mereka sakit,aku hanya bisa berdoa untuk mereka dan tentunya berada disamping mereka.

Dulu,Papa sendiri pun pernah memuji Mama dengan mengatakan bahwa Mama adalah istri terhebat yang pernah Papa miliki,biasanya Papa mengatakan ini sambil memberikan pelukan dan belaian lembut di kepala Mama.

Sekarang disaat Mama sakit dan Papa sudah tiada jadi aku yang akan menggantikan Papa untuk mengatakan bahwa Mama adalah ibu terhebat yang pernah aku miliki. Sekali lagi aku melakukannya di blog ini karena aku terlalu malu untuk mengungkapkannya didunia nyata. Aku berharap Mama bisa merasakan kasih sayangku dan aku juga berharap agar Mama cepat sembuh. Sedi rasanya melihat Mama yang biasanya selalu bergerak tiba-tiba hanya diam ditempat tidur. Sewaktu masih ada Papa,biasanya mereka saling menguatkan satu sama lain. Sekarang giliranku yang berbakti kepada Mama.

Aku tahu Ya Alloh,semua yang kulakukan ini masih sangat kurang jika dibandingkan dengan apa yang telah Mama lakukan buatku,jadi aku mohon dengan segala kerendahan hati sembuhkanlah Mamaku,kuatkanlah batin dan raganya dalam menjalani kehidupan sehari-hari kami yang sudah tanpa Papa ini,jauhkanlah orang-orang yang ingin berbuat jahat kepadanya,sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil dan panjangkanlah umurnya,umurku dan umur adikku agar kami bisa membahagiakannya lebih lama lagi. Karena hanya dengan membahagiakan dan melihat senyumnya lah yang bisa membuat kami kembali tersenyum setelah menjalani hidup yang tidak mudah ini.

Untuk Papa : Pa,jangan khawatir ya sekarang ada aku dan ade Elis yang siap menyayangi dan membahagiakan Mama seperti saat Papa masih ada,meskipun kita yakin rasanya takkan lagi sama seperti dulu tapi kita akan terus mencoba untuk membuatnya tersenyum kembali. Papa yang tenang ya disana,kita semua disini berdoa agar Papa diampuni dosa-dosanya,diterangi kuburnya,dihindari dari siksa kubur,dijauhkan dari siksa api neraka dan dimuliakan disisi Alloh SWT nanti. Amin Ya Rabbal Alamin

Kita (aku dan ade Elis) sayang banget sama kalian Pa,Ma

Posted with WordPress for BlackBerry.

I haven’t found my ‘Tappei’ yet

Beberapa hari yang lalu,ada seorang teman yang mengupdate tweet-nya dengan tulisan “I want my Tappei”. Seketika itu juga,aku teringat akan sebuah buku komik yang berjudul Hai,Miiko!. Miiko adalah seorang anak perempuan kelas 5 SD yang mempunya teman laki-laki yang bernama Eguchi Tappei (aka Tappei). Tappei ini termasuk anak yang suka menjahili temannya juga sering meledek Miiko. Miiko bertubuh pendek,sementara Tappei bertubuh tinggi,maka jadilah Tappei sering mengolok-oloknya.

Namun,Miiko sepertinya bukan hanya sekedar objek keisengan belaka bagi Tappei karena tidak jarang diceritakan bahwa ketika Miiko sedang tertimpa masalah,Tappei selalu datang tanpa diminta. Dan Tappei pun sepertinya bukan hanya sekedar teman biasa untuk Miiko,karena setiap kali Miiko melihat Tappei dengan anak cewek yang menyukainya,maka ia pun cemburu dan marah dengan Tappei. Yang dilakukan Tappei sebenarnya hanya sebuah hal sederhana,namun selalu membuat Miiko nyaman. Seperti ketika Miiko tidak mempunyai teman untuk makan di rumah karena semua oriang rumah sibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga membuat Miiko tidak nafsu makan dan akhirnya jatuh pingsan saat latihan renang,Miiko menceritakan itu semua ke Tappei. Tappei yang merasa kasihan akhirnya membawakan sandwich yang ada di rumahnya ke rumah Miiko untuk dimakan bersama-sama padahal Tappei sedang tidak sendirian di rumah seperti Miiko. Dan akhirnya membuat nafsu makan Miiko kembali.

Fisikku memang jauh dari Miiko dan aku tidak lagi duduk dikelas 5 SD. Namun aku ingin sekali bisa merasakan memiliki seseorang seperti Tappei yang akan selalu ada disaat aku sedih maupun bahagia. Seseorang yang meskipun iseng dan jahat tapi bisa sangat perhatian jika menyangkut orang yang disukainya.