Akhir-akhir ini hampir di semua infotainment ada berita tentang seorang artis muda dan berbakat yang kabur dari rumahnya,penyebabnya belum jelas apa,tapi menurut kabar yang beredar karena orang tua anak ini terlalu mem-forsir anaknya untuk bekerja didunia keartisan. Ibu dari anak ini sudah berkali-kali mencoba mencari dan ingin sekali bertemu dengan anaknya,namun tidak juga berhasil. Dan pada akhirnya,entah karena kesal atau apa,ibu dari anak ini berkata kepada media disertai gurat kemarahan,kekecewaan dan kesedihan bahwa ia pribadi tidak akan lagi berusaha mencari dan bertemu dengan anaknya,bahkan ia berkata biar anaknya saja yang ‘merangkak’ mencarinya.
Bukannya ingin ikut campur dengan masalah keluarga artis muda ini,aku hanya ingin mengutarakan pendapatku tentang peran anak dan orang tua. Aku sendiri sadar bahwa aku belum bisa menjadi anak yang baik untuk orang tua ku sendiri. Saat ini,aku juga masih berusaha untuk tidak mengecewakan mereka lebih dalam lagi. Namun,saat aku mendengar berita tentang artis muda ini,seketika itu juga aku marah kepada artis muda ini,aku memang tak mengetahui persis alasan ia kabur dari rumahnya,tapi dari yang aku dengar selama ini masalah yang terjadi diantara mereka bukanlah masalah yang berat yang sampai terjadi pelecehan dsb dan juga bukan masalah yang tidak bisa dipecahkan dan tidak termaafkan sampai membuat si anak ‘menjauhi’ ibunya.
Bagiku perbuatan artis ini sudah sangat tidak manusiawi dan sangat tidak pantas untuk dilakukan seorang anak mana pun. Tidak seharusnya ibu yang mencari anaknya sampai meneteskan air mata seperti itu. Tentu kalian masih ingat pepatah lama yang mengatakan “Surga Di Telapak Kaki Ibu”,jadi memang anak lah yang harus mencari ibunya,karena semua letak keberkahan dari hidup kita berada di ibu. Bagaimana tidak,karena didalam darah kita semua ada ASI yang dulu diberikan ibu pada kita,bila tidak ibu tidak menyusui kita dulu,mungkin kita tidak akan bisa sehat sewaktu bayi dan mungkin daya tahan tubuh kita tidak akan sekuat sekarang. Bagi yang belum pernah tahu,ASI itu sebenarnya adalah darah ibu kita yang diolah sedemikian rupa oleh kelenjar susu ibu kita. Jadi,masih pantaskah kita menyakiti hati ibu kita sendiri yang sudah dengan sukarela dihisap darahnya demi kelangsungan hidup kita?
Itu yang membuatku tidak habis pikir dengan ulah artis muda ini. Mengapa artis ini tega membiarkan ibunya mencarinya sampai berurai air mata? Mengapa ia tidak pernah mau bertemu dengan ibunya? Dosa atau kesalahan apa yang dibuat ibunya sehingga membuat ia tidak mau sama sekali bertemu dengan ibunya? Pernahkah ia memikirkan kembali apa yang telah dilakukan ibunya dari mulai ia berada dalam kandungan sampai sudah besar sekarang? Pernahkah ibunya meminta balasan dari ASI yang sudah dihisapnya sewaktu bayi,mengganti popoknya,memberinya makan sampai kenyang,merawatnya ketika ia sakit,me-ninabobo-kannya di tengah malam disaat seharusnya ibu yang beristirahat?
Sungguh takkan pernah cukup jika harus menyebutkan dengan detail apa yang sudah ibu lakukan untuk kita semua mulai dari dalam kandungan sampai akhirnya sudah sebesar,secantik dan sedewasa sekarang. Karena ibu memang telah melakukan begitu banyak hal demi membesarkan kita semua. Dan tidak sekalipun seorang ibu pernah meminta balasan dari semua yang telah mereka lakukan untuk kita.
Dulu aku pernah mendengar sebuah kisah tentang seorang anak yang tadinya selalu gagal dan malang lalu perlahan menjadi sukses dan selalu beruntung karena satu hal yang ‘sepele’ yang bahkan aku pun belum pernah melakukannya yaitu mencuci,mencium kaki ibunya sehabis ia solat fardu sambil memohon doa dari ibunya. Coba kalian bayangkan betapa hebat dan ajaibnya kekuatan doa ibu kita.
Mungkin banyak diantara kalian yang pernah mendengar tentang kisah Malin Kundang yang berubah jadi batu karena sudah berbuat durhaka dan menyakiti hati ibunya begitu dalam dengan mengatakan bahwa ia bukanlah anak dari ibunya. Aku sendiri pun tidak tahu persis kebenaran dari cerita itu tapi memang benar ada bukti nyata dari cerita itu disebuah pantai di Sumatera Barat sana yaitu sebuah batu yang terlihat seperti seseorang yang sedang bersujud memohon ampun. Tentu kalian tidak ingin mengalami apa yang dialami Malin Kundang. Dan aku percaya tidak ada satu pun dari kalian yang pernah memperlakukan ibunya seperti Malin Kundang. Namun aku yakin pasti kita semua pernah mengecewakan ibu kita baik sengaja maupun tidak.
Oleh karena itu,menurutku tidak ada satu alasan pun yang bisa membuat kita menyakiti bahkan membenci ibu kita sampai-sampai kita tidak mau bertemu lagi dengannya. Karena ibu adalah seseorang yang paling harus kita hargai dan hormati. Kebanggaan ibu,kebanggaan kita juga. Begitu pula dengan duka,kesedihan ibu seharusnya menjadi kesedihan kita juga. Haram bagi kita sebagai anak dengan sengaja membuat ibu kita menangis. Karena bila ibu kita sudah meneteskan air mata untuk kita berarti ada dua kemungkinan yaitu antara kita sudah sangat membuatnya bangga atau kita sudah menyakiti hatinya sangat dalam. Namun sebanyak apapun,seberharga apapun,sebesar apapun yang sudah kita berikan kepada ibu,takkan bisa membayar semua perjuangan yang telah dilaluinya untuk membesarkan kita. Kita lah yang harus mencari ibu untuk memohon doa restunya,memohon doanya dan memohon berkah darinya. Karena kasih ibu sungguh sepanjang masa. Dan tak akan pernah pudar sekalipun anaknya membuatnya kecewa. ——————————————————————————————————————
Ma,maafin kakak ya kalau selama ini kakak masih sering mengecewakan mama,menyakiti hati Mama baik sengaja maupun tidak sengaja,tidak patuh akan perintah Mama.
Kakak mohon doanya ya Ma,agar kakak bisa jadi anak Mama yang baik,yang dapat membahagiakan Mama dunia akhirat. Amin
Love you so much Mamaku sayang :’)