Hurt by Christina Aguilera

When I listen to this song,it suddenly reminds me of you Pa. This is exactly how I feel when you passed away

Hurt lyrics
Songwriters: Aguilera, Christina; Perry, Linda; Ronson, Mark;

Seems like it was yesterday when I saw your face
You told me how proud you were, but I walked away
If only I knew what I know today, ooh, ooh

I would hold you in my arms, I would take the pain away
Thank you for all you’ve done, forgive all your mistakes
There’s nothing I wouldn’t do to hear your voice again
Sometimes I wanna call you but I know you won’t be there

Oh, I’m sorry for blaming you
For everything I just couldn’t do
And I’ve hurt myself by hurting you

Some days I feel broke inside but I won’t admit
Sometimes I just wanna hide ’cause it’s you I miss
And it’s so hard to say goodbye when it comes to this, ooh

Would you tell me I was wrong? Would you help me understand?
Are you looking down upon me? Are you proud of who I am?
There’s nothing I wouldn’t do to have just one more chance
To look into your eyes and see you looking back

Oh, I’m sorry for blaming you
For everything I just couldn’t do
And I’ve hurt myself, oh

If I had just one more day
I would tell you how much that I’ve missed you
Since you’ve been away

Oh, it’s dangerous
It’s so out of line
To try and turn back time

I’m sorry for blaming you
For everything I just couldn’t do
And I’ve hurt myself
By hurting you

To You,Mom

I know I’m wrong Mom. But please don’t punish me like this. All I wanna do is to take care of your health. I care about your health like Dad care about you too. You are the only one I have now. There’s no reason I don’t care about you and don’t trust you. I just want to let you know you mean so much to me by showing and telling you every little good things for your health. Please Mom,I don’t wanna lose the one and only parent I have. I love you Mom so please love yourself too by stop smoking,take a medicine routinely,and see a doctor if you don’t feel well. And Mom,please stop saying I don’t love you as Dad did. I do Mom,I will always do,and I never will stop loving you eventhough you won’t care about me anymore. I love you Mom like Dad loves you the whole time until he passed away.

My Birthday Wishes

Besok aku ulang tahun. Tahun ini terasa beda banget dari tahun kemarin. Yang pertama pastinya karena udah ga ada Papa dan yang kedua karena tahun ini aku masih belum bisa menyelesaikan pendidikan drg ku. I really am disappointed with myself. Aku masih belum bisa buat Mama dan alm. Papa bangga.

Jadi,harapanku untuk tahun ini cukup sederhana tapi banyak (Maaf ya Ya اَللّهُ :D ). Yang pertama pasti aku berharap diberikan umur panjang untuk terus membahagiakan Mama,Ade Elis dan keluarga. Yang kedua,aku berharap bisa lebih semangat dan lebih gigih ‘berjuang’ untuk mendapatkan gelar drg ku. Yang ketiga,aku bisa mendapat jodoh yang seiman dan sepadan,sehidup semati denganku,taat pada Alloh SWT dan bisa menjadi imam buatku dan keluargaku baik di dunia maupun akhirat dan juga yang terbaik menurut Alloh SWT. Amin……

Maafin Aku,Pa,Ma

Semalam sebelum Papa meninggal,Papa marah sama aku karena nyabut kabel telepon rumah dan akhirnya buat Papa ga bisa telpon rumah untuk buka pintu. Malam itu Papa marah sejadi-jadinya sama aku dan seperti biasa aku hanya bisa terdiam,Mama yang ngebela aku,Mama bilang “Yaudah lah gitu aja kok diributin,nanti masuk RS lagi aja” Aku juga bilang “Yaudah lah biarin aja Ma,emang mau RS lagi kali”. Saat itu aku maupun Mama ga bermaksud jahat dengan bilang gitu,kami cuma takut Papa akan kambuh lagi kalau marah-marah terus seperti itu. Saat sahur karena saat itu lagi puasa,aku tidak berani bertatap muka dengannya,dan akhirnya kami memang tidak bertemu sama sekali karena penyakit DM Papa yang mengharuskan Papa untuk sahur mendekati waktu imsak jadi kami tidak bisa makan sahur bersama. Paginya pun aku masih takut untuk bertemu Papa,akhirnya aku cuma bisa diam dikamar Mbok. Menjelang siang,aku mendengar Papa mulai mengeluh sama Mama karena kepalanya yang pusing. Awalnya,Mama mengira itu adalah efek karena Papa memaksakan untuk puasa dihari pertama setelah operasi jantungnya dilaksanakan. Papaku menderita banyak penyakit seperti DM dan akhirnya berujung pada komplikasi jantung koroner,kerusakan saraf mata bahkan juga pernah hampir didiagnosa gagal ginjal. Sejak masih dirawat,Papa memang bilang ia sangat ingin sekali puasa karena ia merasa rugi tiap kali bulan puasa pasti selalu ada saat dimana ia dirawat di rumah sakit karena memang penyakitnya yang parah. Dan aku hanya bisa menyemangati Papa agar ia cepat sembuh dan akhirnya bisa menunaikan puasa bersama-sama. Hari itu Papa bersikeras mau puasa padahal ia belum benar-benar pulih,dan saat ia mengeluh pusing itu,kami berpikir mungkin itu terjadi akibat kadar gula darah Papa yang turun dan kami memaksanya untuk segera berbuka,tapi ia tidak mau,ia bilang kapan lagi Papa akan puasa. Saat itu,kami tidak merasa ada yang janggal,bahkan Papa sempat meminta tolong padaku untuk membelikan alat tes gula darah,namun tidak jadi karena ternyata supirnya telah membelinya. Papa dan Mama segera bergegas ke kamar mandi karena Papa ingin sekali membersihkan badannya agar kemudian ia bisa berwudhu dan solat karena saat itu sudah masuk waktu Dzuhur. Sesaat setelah itu,aku mendengar bunyi jatuh yang cukup keras dan Mama langsung memanggilku,saat aku menghampiri Mama,aku melihat badan Papa yang sudah jatuh tersungkur dilantai kamar mandi,Mama langsung berteriak histeris sejadi-jadinya,aku langsung mencoba untuk menyadarkan Papa dengan menekan ibu jarinya,namun yang aku dengar malah suara mendengkur dari mulut Papa,yang aku tau jika terdengar suara mendengkur seperti itu maka bisa dipastikan kalau orang itu sudah meninggal. Saat kami membaringkannya (karena Papa jatuh dalam keadaan tertelungkup seperti akan sujud dan sepertinya menghadap kiblat,Subhanallah),mulut dan wajah Papa sudah membiru,namun aku yakin Papa masih bisa diselamatkan akhirnya kami membawa Papa ke RS terdekat,dan di RS itulah kami mendapat kepastian kalau Papa sudah tiada. Aku yang tadinya tidak mau menangis,langsung tidak bisa membendung airmataku sendiri karena aku belum bisa menerima kepergian Papa dan aku belum meminta maaf kepadanya tentang yang terjadi malam sebelumnya.

Sampai sekarang aku masih sering bertanya pada diriku sendiri apakah ia masih marah padaku,apakah Papa mendengar permintaan maafku,apakah ia sudah memaafkanku. Semua pertanyaan itu terus bersarang dikepalaku.

Jauh dilubuk hatiku yang terdalam,aku benar-benar berharap Papa mendengar permintaan maafku sesaat setelah ia dinyatakan meninggal.

Sekarang aku tidak ingin mengulang kesalahan itu lagi pada Mama,aku akan mengatakan permintaan maafku tiap kali aku melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak,aku akan selalu melakukan itu,aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi,aku tidak ingin aku meminta maaf setelah orang itu dinyatakan tiada.